Transportasi

Kajian Transportasi Kawasan Industri Terpadu Batang

person

Lead Researcher

Ripan Nursalam

Published

Maret 29, 2026

Read Time

Menghitung...

Views

visibility ...

Lihat Dokumen Tugas
Kajian Transportasi KITB Kabupaten Batang
Ripan Nursalam · 242021035 · Itenas Bandung · 2024
Memuat dokumen dari Google Drive…
📄
File ID Google Drive belum diset
Buka file HTML ini, lalu ganti nilai GDRIVE_FILE_ID di bagian atas script
dengan ID file dari Google Drive Anda.
1Upload file .docx ke Google Drive
2Klik kanan → Share → "Anyone with the link"
3Copy link, ambil bagian File ID-nya
4Paste ke variabel GDRIVE_FILE_ID di HTML
Portofolio Kajian Transportasi · 2024

Kajian
Transportasi
Kawasan Industri
Terpadu Batang

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Itenas Bandung · 2024

Ripan Nursalam
NIM : 242021035  ·  Itenas Bandung
Gulir ke bawah
4.300
Hektar Luas KITB
289K
Proyeksi Pekerja KITB
828K
Jiwa Kab. Batang 2023
10,1 Jt
Perjalanan/Tahun 2045
01
Latar Belakang & Tujuan

Kawasan Jalan Pantura Kabupaten Batang menjadi area strategis dalam pengembangan industri Jawa Tengah, ditandai dengan kehadiran KITB (4.300 ha) dan BIP (287 ha) yang menarik investasi nasional dan asing.

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi Pemerintah Pusat. Terhubung dengan Jalan Arteri Primer Pantura, jalan tol Trans-Jawa, dan jalur kereta api, kawasan ini menjadi magnet investasi bertaraf nasional dan internasional.

Namun, padatnya lalu lintas kendaraan berat, kurangnya fasilitas pendukung transportasi, dan lemahnya integrasi antarmoda menjadi tantangan serius. Pertumbuhan industri yang pesat tidak diimbangi kapasitas infrastruktur yang memadai.

🎯 Tujuan Utama

Mengidentifikasi dan memproyeksikan pergerakan kendaraan di Grand Batang City guna mendukung pengembangan infrastruktur transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan meningkatkan konektivitas kawasan industri dengan wilayah sekitarnya.

Lokasi Kajian
Jalur Pantura Kab. Batang, Jawa Tengah
Kawasan Industri
KITB 4.300 ha + BIP 287 ha
Kecamatan Kajian
Batang · Kandeman · Tulis · Subah · Banyuputih · Gringsing
Koordinat
6°50′–7°00′ LS / 109°40′–110°00′ BT
Tahun Kajian
2024 · Data Dasar 2023
Acuan Regulasi
RTRW Kab. Batang 2019–2039
02
Distribusi & Proyeksi Penduduk

Proyeksi menggunakan metode geometrik dengan laju pertumbuhan kecenderungan 10 tahun. Total penduduk Kabupaten Batang diproyeksikan meningkat dari 828.883 jiwa (2023) menjadi 1.074.376 jiwa pada 2045.

828.883
Total Jiwa 2023
1,74%
Rata-rata Pertumbuhan Per Tahun (5 Th)
3,68%
Pertumbuhan Tertinggi (Kec. Kandeman)
170 Rb
Proyeksi Penduduk Zona KITB 2045

Distribusi Penduduk per Kecamatan (2023)

Batang
136.145
Bandar
73.034
Gringsing
64.153
Bawang
56.377
Kandeman
56.300
Warungasem
54.844
Subah
53.843
Tersono
41.277
Tulis
39.699
Banyuputih
37.315

Proyeksi Penduduk 2024–2045 (Kecamatan Utama)

Kecamatan202420252030203520402045
Kandeman ▲58.81360.16167.38475.47484.53594.684
Batang128.594129.186132.188135.261138.404141.621
Gringsing65.87266.71571.09475.76080.73386.031
Warungasem56.82257.86163.35169.36175.94183.146
Tulis41.24641.96745.76549.90854.42659.352
Subah54.90855.38457.83160.38663.05365.839
Banyuputih34.90235.00235.50336.01236.52737.051
TOTAL KAB.826.033836.127888.967946.0211.007.6811.074.376
03
Trip Generation & Distribution

Model regresi multilinier (Tamin & Frazila) dikalibrasi dengan data survei volume lalu lintas Andalalin KITB 2020. Proyeksi perjalanan total meningkat dari 7,69 juta/tahun (2022) menjadi 10,14 juta/tahun pada 2045.

Bangkitan Internal
Bangkitan Eksternal
Matriks OD
ITE Trip Generation
Distribusi Pergerakan
7,69 Jt
Total Perjalanan/Th (Baseline)
2,92 Jt
Total Bangkitan (Oi)
4,78 Jt
Total Tarikan (Dd)
KecamatanOi / ThDd / ThOi+Dd
Batang ★505.5731.028.2901.533.863
Limpung549.677314.634864.311
Warungasem212.000431.189643.189
Gringsing200.484407.767608.251
Subah169.142344.019513.161
Tulis162.018329.531491.549
Banyuputih139.077282.870421.946
Tersono133.971272.486406.457
Pecalungan131.288267.028398.315
Bandar145.890223.093368.983
Kandeman197.426401.547598.973
Wonotunggal80.03528.832108.867
TOTAL2.917.1814.775.6687.692.847

Proyeksi Bangkitan Tarikan Internal (2030–2045)

KecamatanOi 2030Dd 2030Total 2030Total 2040Total 2045
Batang524.5051.066.7951.591.3001.666.1291.704.853
Limpung612.443350.561963.0051.102.3671.179.439
Kandeman236.694481.414718.108900.8821.009.037
Gringsing221.949451.425673.374764.668814.856
Warungasem245.085498.481743.566891.344975.907
TOTAL3.213.9325.237.5918.451.5239.536.41410.143.676

Bangkitan & Tarikan Eksternal per Tahun Proyeksi

2023
Batang
60.565
Oi
76.216
Dd
2023
Kendal
129.767
Oi
161.730
Dd
2023
Pekalongan Kota
35.098
Oi
42.718
Dd
2023
Kab. Pekalongan
101.376
Oi
126.884
Dd
2030
Batang
85.367
Oi
106.964
Dd
2030
Kendal
129.779
Oi
162.038
Dd
2030
Pekalongan Kab&Kota
136.497
Oi
170.059
Dd
2030 · Baru
KITB
4.623
Oi
45.913
Dd
2045
Batang
177.831
Oi
221.188
Dd
2045
Kendal
129.808
Oi
162.795
Dd
2045
Pekalongan Kab&Kota
136.554
Oi
171.202
Dd
2045
KITB
156.963
Oi
163.987
Dd

Matriks Asal-Tujuan 2023 (Trip Distribution Gravitasi)

O / DBatangKendalKota PekalonganKab. Pekalongan
Batang25.25017.2177.89425.167
Kendal17.359139.5361.3093.624
Kota Pekalongan8.2181.35112.11122.089
Kab. Pekalongan25.3893.62621.40476.003

Proyeksi Matriks OD 2045 (dengan KITB)

O / DBatangKendalPekalongan (Kab&Kota)KITB
Batang100.57620.12641.63150.409
Kendal20.118104.5252.19428.456
Pekalongan36.3451.916120.1244.976
KITB64.15036.2287.25480.146

Diagonal (warna kuning) = pergerakan internal dalam zona. Peningkatan signifikan pada baris/kolom KITB (2045) menunjukkan KITB berkembang menjadi pusat pergerakan dominan.

ITE Trip Generation — Fase 1 KITB (2030)

Pergerakan per Sub-Zona (Harian, AM, PM)

  • Sub Zona A · Pst Kegiatan Kab.56.2594.4535.743
  • Sub Zona A · Dry Port & Container743NANA
  • Sub Zona A · Kantor Pengelola6539288
  • Sub Zona B · Politeknik Mekantronik5.652615522
  • Sub Zona B · Rusun4.623391559
  • Sub Zona C · Kav. Industri Sedang6.670967935
  • Sub Zona D · Kav. Industri Sedang8.4841.2301.189
  • Sub Zona D · Retail1.52723693
  • Sub Zona E · Kav. Industri Sedang7.0161.017983
  • Sub Zona E · Retail1.908295117

Klaster 1 KITB 2040/2045 (Seluruh Guna Lahan)

  • Retail151.22723.3399.247
  • Lahan Industri Medium87.15512.63612.215
  • Lahan Industri Besar55.63710.64711.949
  • Theme Park & Taman Budaya55.6973.3764.512
  • Klaster Perumahan24.9461.5362.160
  • Lahan Industri Kecil12.9791.8821.819
  • Rumah Sakit4.980358350
  • Politeknik5.622611519
  • RUSUNAWA10.3248731.248
  • Dryport + Port2.409NANA
106.798
Perjalanan Harian Fase 1 (2030)
525.483
Perjalanan Harian Klaster 1 (2045)
81.807
Puncak AM Jam Sibuk 2045

Distribusi Pergerakan Antar Zona (Proyeksi 2040/2045)

49,11%
KITB
Distribusi Gabungan
28,10%
Batang
Distribusi Gabungan
19,12%
Kendal
Distribusi Gabungan
3,67%
Kota & Kab. Pekalongan
Distribusi Gabungan

KITB sebagai pusat pergerakan dominan (49,11% gabungan). Batang tetap signifikan (28,10%), sementara Kendal (19,12%) mencerminkan koridor mobilitas pekerja lintas kabupaten. Pekalongan memiliki kontribusi lebih kecil (3,67%) karena jarak dan aksesibilitas terbatas.

04
Distribusi Pergerakan Per Jam

Berdasarkan ITE Trip Generation Manual edisi 11. Industri kecil-menengah memiliki 3 puncak harian, sedangkan industri besar beroperasi lebih merata termasuk malam hari.

🏭 Industri Kecil-Menengah — 2030

↑ Puncak Pagi 07:00–08:00 → 3.385 kend.
↑ Puncak Siang 12:00–13:00 → 3.318 kend.
↑ Puncak Sore 17:00–18:00 → 3.001 kend.
Total Harian: 33.397 perjalanan

🏗️ Industri Kecil-Menengah — 2045

↑ Puncak Pagi 07:00–08:00 → 10.148 kend.
↑ Puncak Siang 12:00–13:00 → 9.948 kend.
↑ Puncak Sore 15:00–16:00 → 8.699 kend.
Total Harian: 100.135 perjalanan
155.771
Total Perjalanan Harian
Seluruh Industri 2045
17.030
Puncak Tertinggi Per Jam
(15:00–16:00, 2045)
Puncak Harian
(Pagi, Siang, Sore)
05
Infrastruktur Jalan & Fasilitas

Total jaringan jalan Kabupaten Batang 497,13 km. Indeks mobilitas menunjukkan tren penurunan dari 6,0 (2024) menjadi 4,6 (2045), mengindikasikan tekanan infrastruktur yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

497 km
Total Panjang Jalan Kab. Batang
6,0 → 4,6
Indeks Mobilitas 2024 → 2045
79,6 km
Panjang Jalan Terpanjang (Batang)
1 Tipe B
14 Tipe C
Terminal Angkutan di Kab. Batang

Kondisi Ruas Jalan — Kecamatan Koridor KITB

Batang
66,18%
Kondisi Baik
Gringsing
28,64%
Baik | 6,09% Rusak Berat
Tulis
21,87%
Baik | 1,5% Rusak Berat
Kandeman
15,66%
Baik | 0% Rusak Berat

Indeks Mobilitas Proyeksi (Kecamatan Utama)

KecamatanPjg. Jalan (km)20242025203020402045
Blado55,0911,711,611,210,310,0
Bawang54,969,69,59,18,37,9
Tulis39,739,69,58,77,36,7
Banyuputih29,878,68,58,48,28,1
Kandeman ▼22,063,83,73,32,62,3
Warungasem ▼15,652,82,72,52,11,9
TOTAL KAB.497,136,05,95,64,94,6

Kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP)

Zona Batang
142.228
Proyeksi pekerja (49,11% KITB)
33.543
SRP Minimum
42.850
SRP Maksimum
Zona Kendal
81.398
Proyeksi pekerja (28,10% KITB)
19.155
SRP Minimum
24.600
SRP Maksimum
Zona Pekalongan
66.977
Proyeksi pekerja (22,79% KITB)
15.769
SRP Minimum
20.220
SRP Maksimum

🚌 Terminal Tipe B

1 terminal Tipe B di Kecamatan Banyuputih. Melayani rute jarak menengah hingga jauh antar-kota. Perlu peningkatan kapasitas untuk mengakomodasi pertumbuhan volume transportasi.

🏢 14 Terminal Tipe C (Per Kecamatan)

  • Wonotunggal
  • Warungasem
  • Batang
  • Tulis
  • Kandeman
  • Subah
  • Gringsing
  • Tersono
  • Bawang
  • Reban
  • Limpung
  • Pecalungan
  • Blado
  • Bandar

Mayoritas berdekatan dengan pasar tradisional. Perlu standarisasi fasilitas minimum: transit area, sistem informasi digital, dan area parkir.

06
Jaringan Trayek & Cakupan Layanan

Hanya 25% buruh industri di Kab. Batang memilih angkutan umum massal. Selisih biaya perpindahan moda Rp 12.500/hari menjadi hambatan utama. Cakupan layanan terkonsentrasi di koridor utama, wilayah terpencil masih kurang terlayani.

25%
Probabilitas Pemilihan Angkutan Umum Buruh Industri
Rp 12.500
Selisih Biaya Perjalanan Moda Pribadi vs Umum/Hari
5 Rute
Angkot + 2 Rute Bus Kecil Eksisting

Angkot Jaringan Angkutan Kota Eksisting

  • Rute A: Batang ↔ Warungasem
  • Rute B: Batang ↔ Pekalongan
  • Rute C: Warungasem ↔ Pekalongan
  • Rute D: Batang ↔ Tulis
  • Rute E: Limpung ↔ Banyuputih ↔ Weleri (Kendal)

Bus Kecil Jaringan Bus Kecil Eksisting

  • Rute 1: Batang ↔ Limpung ↔ Bawang
  • Rute 2: Batang ↔ Bandar ↔ Blado

⚠️ Cakupan terkonsentrasi di sepanjang jalan utama. Wilayah terpencil dan sekitar KITB belum terlayani secara optimal.

Rencana Rute BRT Baru (Rekomendasi)

T1
Trayek 1 — Koridor Industri Barat
Stasiun Batang Baru → Pantai Sigandu → PLTU Ujungnegoro → Kawasan Industri Tulis → (kembali)
Melayani koridor industri SWP Batang-Subah + wisata Pantai Sigandu
T2
Trayek 2 — Koneksi Stasiun ke Hub
Stasiun Batang Baru → Terminal Banyuputih (titik transit utama ke KITB, Limpung, dan luar kota)
Penghubung KA–BRT–Angkot, terintegrasi TOD Stasiun Batang Baru
T3
Trayek 3 — Koridor KITB Lengkap
Limpung → Terminal Banyuputih → Pintu Masuk KITB → Terminal Tipe C Gringsing
Akses KITB dari barat + koneksi wilayah selatan ke kawasan industri
07
4 Isu Transportasi
Kritis di KITB
01
Keterbatasan Kapasitas Infrastruktur & Konektivitas
Pertumbuhan industri melebihi kapasitas jalan saat ini. Jalan rusak + kurangnya jaringan jalan baru → kemacetan di koridor utama KITB.
Strategi:Peningkatan kapasitas jalan utama, pengembangan jalan baru, integrasi dengan transportasi massal.
02
Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Antar Kecamatan
Kecamatan pertumbuhan tinggi (Kandeman, Warungasem) mendapat prioritas, kecamatan rendah (Banyuputih, Subah) tertinggal → kesenjangan aksesibilitas.
Strategi:Pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh kecamatan, perhatian khusus pada wilayah strategis yang pertumbuhannya rendah.
03
Cakupan & Integrasi Transportasi Umum Terbatas
25% buruh memilih angkutan umum. Wilayah terpencil kurang terlayani. Tidak ada integrasi terminal–stasiun–angkutan umum yang efektif.
Strategi:BRT + jaringan feeder angkot, sistem 1×bayar 2 jam, TOD di Stasiun Batang Baru dan Transport Hub KITB.
04
Kekurangan Fasilitas Parkir & Manajemen Transportasi
Kebutuhan 33.543–42.850 SRP (Zona Batang) vs kapasitas parkir yang minim. Tanpa smart parking system → kemacetan di pintu masuk kawasan industri.
Strategi:Smart Parking IoT terintegrasi aplikasi digital, sistem Park & Ride di TOD, pengembangan fasilitas parkir di titik strategis.
08
Strategi Komprehensif
Transportasi KITB

Enam rekomendasi utama yang saling terintegrasi untuk menciptakan sistem transportasi KITB yang efisien, berkelanjutan, dan berteknologi tinggi.

1🛣️
Peningkatan Kelas Jalan Strategis

6 ruas jalan ditingkatkan dari lokal ke kolektor sekunder: Jl. Sultan Agung–Sigandu, Jl. Syeh Maulana Magrib–Wonodriyo, Jl. Raya Bandar–Tulis, Jl. Perhutani–Limpung, Jl. Diponegoro, dan Jl. Kemri Timur (akses ke-2 KITB).

Infrastruktur Jalan
2📡
Manajemen Lalu Lintas Berbasis IoT

Smart Traffic Signals dengan sensor kendaraan real-time, ITS Centralized Control Center, kamera analitik AI, Adaptive Traffic Light Control, prediksi lalu lintas ML, dan Smart Parking System terintegrasi seluruh koridor.

Smart City IoT
3🏗️
Rehabilitasi Terminal Standar Minimum

Seluruh 14 terminal Tipe C wajib memenuhi: area transit, sistem informasi digital real-time, bangunan layak cuaca, dan area parkir. Terminal Tipe B Banyuputih ditingkatkan kapasitas rute antar-kota dengan fasilitas istirahat pengemudi.

Fasilitas Publik
4🚉
Transit-Oriented Development (TOD)

Stasiun Batang Baru (TOD Primer, kapasitas parkir 33.543–42.850 SRP) dan Transport Hub Pintu KITB (kapasitas 15.769–20.220 SRP) sebagai simpul integrasi KA–BRT–Angkot dengan Smart Parking dan sistem digital.

TOD
5🚌
Reformasi Angkutan Publik (BRT)

BRT menggantikan bus kecil di rute utama. Tiga trayek BRT baru: T1 Koridor Industri Barat, T2 Koneksi Stasiun, T3 Koridor KITB Lengkap. Revisi rute angkot fokus ke wilayah belum terjangkau BRT.

BRT System
6💳
Sistem Pembayaran Terintegrasi & Digital

Sistem 1×bayar 2 jam lintas moda (BRT+Angkot). E-money dan aplikasi digital. Pemantauan rute real-time. Halte setiap 1,2 km. Pembangunan Rute Kereta Lokal untuk pekerja dari Pekalongan.

Digitalisasi

Batang Menuju
Pusat Industri Nasional
yang Terkoneksi

Dengan pendekatan holistik yang mencakup peningkatan infrastruktur jalan, penerapan teknologi IoT, reformasi angkutan publik berbasis BRT, dan pengembangan kawasan TOD, Kabupaten Batang memiliki potensi besar menjadi model kawasan industri berkelanjutan di Indonesia. Total perjalanan harian yang diproyeksikan mencapai 525.483 pada 2045 membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi dan cerdas.

Proyeksi Penduduk 2024–2045 Model Gravitasi OD ITE Trip Generation Analisis Peak Hour Indeks Mobilitas Smart Parking IoT BRT 3 Trayek Baru TOD Stasiun Batang Rehabilitasi Terminal Sistem 1×Bayar
Parameters: Transportasi